☏  021-2222 4686

✆ 0878-8371-1969 (WA)

Cara Ngedak Rumah

Tukang Bangunan

Menambah lantai rumah membutuhkan plat lantai atau atap baru yang terbuat dari beton yang populer dengan istilah membuat dak beton atau ‘ngedak’. Mungkin bagi anda ‘ngedak’ adalah pekerjaan yang sulit, merepotkan serta biayanya tinggi, tapi belum tentu demikian. Dalam artikel kali ini kami ingin berbagi informasi mengenai berbagai jenis dak beton. 

 

Dak Beton Konvensional 
Standar dak (plat lantai dari beton) dalam pembangunan rumah adalah dak yang dibuat secara konvensional. Dak dibuat dari beton bertulang dengan campuran semen, pasir, kerikil. Tulangan tersusun dari besi beton yang dirangkai. Pembuatan bekisting (formwork) atau cetakan dari plat yang hendak dibuat perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum mengecor campuran beton, lalu diikuti pembesian (perangkaian besi rangka plat), setelah hal tersebut selesai dilakukan campuran beton dapat dibuat dan dituang di atas bekisting yang sudah dilengkapi rangka. Bekisting dapat dilepas setelah 4 - 21 hari tergantung ukuran dak setelah pengecoran selesai. 

Banyak orang masih mengandalkan penggunaan Dak konvensional dalam membangun rumah, karena dak beton konvensional mudah beradaptasi dengan berbagai bentuk denah rumah, dan materialnya relatif mudah didapat. Kekurangan dari dak beton konvensional adalah waktu pemasangan yang relatif lama, pemakaian material dalam jumlah besar (pasir, kerikil, semen, kayu dan besi), biaya tinggi, dan menghasilkan limbah kayu atau bambu bekas bekisting.

Dak Beton dengan Floor Deck
Dak beton dengan floor deck atau yang lebih dikenal dengan bondek merupakan variasi dari dak beton konvensional. Variasi ini banyak cukup banyak digunakan. Bondek mengganti papan kayu atau tripleks yang digunakan sebagai bekisting, bondek terbuat dari besi dengan ketebalan 0,6 - 1 mm dan lebar 80 - 100 cm. Dengan menggunakan bondek keuntungan yang akan didapatkan adalah penghematan material; mengapa? Pertama, bondek terbuat dari besi dan didesain untuk menggantikan tulangan plat bagian bawah, sedangkan beton konvensional menggunakan 2 lapis anyaman / tulangan besi. Yang kedua, bentuk profilnya seperti huruf ‘W’ mengurangi pemakaian bahan adukan beton hingga 30%. Bahan bondek lebih kuat dari tripleks sehingga tidak membutuhkan tiang penyangga sebanyak bekisting tripleks. Harga bondek relatif lebih mahal daripada dak konvensional mengakibatkan banyak orang ragu menggunakan bondek. Padahal jika dibandingkan dengan waktu dan jumlah personil yang diperlukan saat pemasangan dak, belum tentu bondek lebih mahal dari beton konvensional. Nilai plus lainnya adalah tampilan bondek memiliki kelebihan tersendiri jika diekspos.

Panel Lantai Beton
Material alternatif ngedak yang belum lama muncul di pasaran adalah Panel lantai, bahan bakunya berasal dari beton ringan aerasi yang lazim digunakan untuk bata ringan. Panel lantai merupakan hasil cetakan pabrik. Terdapat tulangan besi di dalamnya. Panel Lantai memiliki ukuran tebal 125 - 200 mm, lebar 600mm, dan panjang hingga 6m.  Cara pemasangannya dengan cara dibaringkan bersusun di atas balok dinding rumah, kemudian diisi semen / grouting di sambungannya. Panel lantai menghilangkan kebutuhan bekisting dan mengurangi jumlah penggunaan besi dan semen. Kekurangan dari panel lantai ini adalah masa pemesanan atau fabrikasi di pabrik yang relatif lama (jika stok tidak tersedia membutuhkan waktu hingga 1 bulan). Modul Panel Lantai kurang fleksibel untuk denah rumah yang tidak persegi, banyak lekuk, atau dinding melengkung. 

    
Membuat dak beton atau ‘ngedak’ adalah bagian tak terlepaskan dalam pembangunan rumah. Kini banyak alternatif tersedia dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Kami harap artikel singkat ini dapat membuka cakrawala anda akan pilihan dak beton yang tersedia di pasaran. Diskusikan dengan Katam Kontraktor mengenai pilihan yang terbaik untuk rumah impian anda.